Jumat, 25 September 2009

MTM-1

2.1 Studi Gerakan
Studi gerakan adalah analisis terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya, dengan demikian diharapkan agar gerakan-gerakan yang tidak efektif dapat dikurangkan. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh seorang pekerja ada kalanya pula sudah tepat atau sudah sesuai dengan gerakan-gerakan yang diperlukan, tetapi ada kalanya pula seorang pekerja melakukan gerakan yang tidak perlu biasanya disebut gerakan yang tidak efektif. Untuk memudahkan penganalisaan terhadap gerakan-gerakan yang dipelajari, perlu dikenal dahulu gerakan-gerakan dasar (Sutalaksana, 2006).
Metode MTM-1 (Methods Time Measurement-1) yang mempunyai keunggulan pre-determined, ialah metoda ini dapat mendeteksi waktu penyelesaian suatu pekerjaan dalam suatu metoda yang diusulkan sebagai alternatif, sebelum metoda kerja tersebut diterapkan atau dijalankan (Sutalaksana, 2006).

2.2 Methods Time Measurement-1 (MTM-1)
Methods Time Measurement-1 (MTM-1) adalah suatu sistem penetapan awal waktu baku yang dikembangkan berdasarkan studi gambar gerakan-gerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang direkam dalam film (Sritomo,1992).
Sistem ini didefinisikan sebagai suatu prosedur untuk menganalisis setiap operasi atau metoda kerja ke dalam gerakan-gerakan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kerja tersebut, dan kemudian menetapkan standar waktu dari masing-masing gerakan tersebut berdasarkan macam gerakan dan kondisi-kondisi kerja masing-masing yang ada (Sutalaksana, 2006).


2.3 TMU (Time Measurement Unit )
TMU merupakan satuan waktu yang digunakan dalam MTM (Methods Time Measurement) baik MTM 1, 2 atau 3. Definisi TMU ialah unit pengukuran waktu, dimana : 1 TMU = 0,00001 jam (1 TMU = 0,036 detik).(Yudiantyo, 1994).
2.4 Tahap Dalam Pengukuran Waktu Kerja dengan Metoda MTM-1
Pada dasarnya, terdapat tiga tahap dalam melakukan pengukuran waktu kerja dengan metoda MTM-1, yaitu, pendahuluan, observasi, perhitungan dan pengecekan. (Yudiantyo, 1994).

2.5. Elemen-elemen Gerakan MTM-1 (Methods Time Measurement -1)
Dalam metoda MTM-1 (Methods Time Measurement-1) terdiri dari elemen-elemen gerakan seperti reach, move, apply pressure, turn, grasp, release, position, disengage, eye time , crank body, leg&foot motion (Yudiantyo, 1994).

2.5.1 Gerakan Menjangkau (REACH)
Gerakan menjangkau (REACH) ialah gerakan dasar yang digunakan bila maksud utama gerakan adalah untuk memindahkan tangan atau jari tangan ke suatu tempat tujuan atau lokasi yang baru. Dalam pergerakan ini, tangan dalam keadaan kosong atau tidak membawa obyek apapun (Yudiantyo, 1994).
Cara penulisan gerakan ini dipetakan dalam simbol-simbol yang berurut dan masing-masing simbol tersebut mengandung arti, yaitu :
--------------- simbol ---------------
1 2 3 4 5
m R f kasus m
Simbol pertama dan ke-lima menginformasikan adanya gerakan lain yang tergabung dan tak terpisahkan dengan gerakan REACH ini. Dan dituliskan jika dan hanya jika gerakan tersebut bersatu dengan gerakan lain. Penulisannya harus dengan memakai huruf ‘m’. Bila dipakai huruf besar seperti ‘M’, maka akan menginformasikan elemen gerakan dasar yang lain.Simbol ke-dua ialah simbol yang menginformasikan gerakan REACH.
Simbol ke-tiga diisi dengan jarak. Jarak yang dimaksudkan disini adalah jarak perpindahan tangan. Jarak yang dituliskan di sini harus dalam satuan INCH, karena tabel yang tersedia sudah dalam satuan INCH. Bila jarak pergerakan ini kurang dari ¾ , maka penulisannya tidak perlu dengan angka, cukup dengan menuliskan huruf ‘f’ simbol ke-empat menginformasikan kasus dalam gerakan REACH ini. Diisi dengan huruf A,B,C,D atau E (Yudiantyo, 1994).

2.5.2 Gerakan Membawa (MOVE)
Gerakan membawa (MOVE) ialah gerakan dasar yang dikerjakan bila maksud utamanya adalah untuk membawa suatu obyek ke suatu sasaran. Ciri-ciri utama dari pergerakan ini ialah pada saat pergerakan tangan, tangan dalam kondisi membawa objek. Oleh karena itu, berat dari objek diperhitungkan dalam gerakan ini, karena mempengaruhi pergerakan (Yudiantyo, 1994).
Cara penulisan gerakan MOVE ini dipetakan dalam simbol-simbol yang berurut dan masing-masing simbol tersebut mengandung arti, yaitu :
------------------------ simbol -----------------------
1 2 3 4 5 6
m M f kasus m berat

Simbol pertama dan ke-enam menginformasikan adanya gerakan lain yang bergabung dan tak terpisahkan dengan gerakan MOVE ini. Dan dituliskan jika dan hanya jika gerakan tersebut bersatu dengan gerakan lain. Penulisannya harus dengan memakai huruf ‘m’. Bila dipakai huruf besar seperti ‘M’, maka akan menginformasikan elemen gerakan dasar yang lain.
Simbol ke-dua ialah simbol yang menginformasikan gerakan MOVE. Simbol ke-tiga diisi dengan jarak. Jarak yang dimaksudkan disini adalah jarak perpindahan tangan. Jarak yang dituliskan di sini harus dalam satuan INCH, karena tabel yang tersedia sudah dalam satuan INCH. Bila jarak pergerakan ini kurang dari ¾”, maka penulisannya tidak perlu dengan angka, cukup dengan menuliskan huruf ‘f’.
Simbol ke-empat menginformasikan kasus dalam gerakan MOVE ini. Diisi dengan huruf A,B atau C. Simbol ke-lima menginformasikan berat objek yang berlaku dalam gerakan MOVE ini. Berat diidentifikasikan dalam satuan lbs, sesuai tabel yang telah disediakan. Beban diperhitungkan bila melebihi 2 lbs. (Yudiantyo, 1994)

2.5.3 Gerakan Menekan (APPLY PRESSURE)
Gerakan menekan (APPLY PRESSURE) ialah pemakaian tekanan pada waktu pergerakkan. Gerakan yang termasuk dalam gerakan ini, misalnya mengencangkan sekrup dengan obeng. Pembagian APPLY PRESSURE dibagi dua yaitu kasus A dan kasus B, yang masing-masing dinotasikan dengan APA & APB. (Yudiantyo,1994).
APA = AF + DM + RLF = 10,6 TMU
APB = APA + G2 = 16,2 TMU
Dimana :
AF = Apply Force, yang dimaksud adalah menambah atau mengendalikan tenaga otot ke obyek yang besarnya 3,4 TMU.
DM = Dwell Minimum, yang dimaksud adalah waktu pendek selama tenaga pembalikan (reaksi) terjadi pada tenaga yang relatif konstan yang besarnya 4,2 TMU.
RF = Release Force, yang dimaksud adalah relaksasi atau pelemahan dari otot, membebaskan tenaga dari obyek yang besarnya 3,0 TMU. (Yudiantyo,1994).

2.5.4 Gerakan Memutar (TURN)
Gerakan memutar (TURN) ialah memutar atau gerakan memutar tangan sepanjang sumbu tangan atau lengan bawah. Tatacara pemberian simbol dalam gerakan TURN ini adalah sebagai berikut:
---------------- simbol -------------
1 2 3
T derajat perputaran S/M/L
Simbol pertama dituliskan huruf T besar, yang menginformasikan gerakan TURN. Simbol ke-dua dituliskan derajat perputaran, Simbol ke-tiga dituliskan S, M, L, disesuaikan dengan kategori beban perputarannya (Yudiantyo, 1994).

2.5.5 Gerakan Memegang (GRASP)
Gerakan memegang (GRASP) ialah elemen gerakan dasar untuk menguasai benda baik dengan jari atau dengan tangan. Pembagian dari gerakan GRASP ini dibagi dalam 11 kategori yaitu :
G1, pick-up grasp, yang terdiri dari 3 kasus yaitu kasus A,B dan C, yaitu: G1A, dipakai untuk semua objek yang secara mudah dipegang, dikerjakan dengan
cara menutup jari / menghimpitkan kedua jari.
G1B, dipakai bila objek yang dipegang sangat kecil atau objek yang sangat pipih yang terletak sejajar / sebidang dengan permukaan meja.
G1C, gerakan ini dipakai untuk objek pemegangan yang berbentuk silindris, dan dibagi menjadi tiga kategori diameter, yaitu :
G1C1, dipakai bila objek yang akan dipegang berbentuk silindris,
yang berdiameter lebih besar dari ½ inch.
G1C2, dipakai bila objek yang akan dipegang berbentuk silindris,
yang berdiameter antara ¼ inch sampai dengan ½ inch.
G1C3, dipakai bila objek yang akan dipegang
berbentuk silindris, yang berdiameter lebih kecil dari ¼ inch.
G2,dipakai bila terjadi pengubahan pemegangan tanpa melepaskan pengendalian.
G3, dipakai bila objek yang akan dipegang diambil dari tangan lain
dengan mudah.
G4, dipakai bila pemegangan dilakukan setelah pemilihan.
G5, yang dimaksud ialah menguasai objek dengan cara disentuh. Dan gerakan ini
biasanya sudah termasuk dalam gerakan REACH, sehingga besar TMU-nya
adalah nol (Yudiantyo, 1994).

2.5.6 Gerakan Melepas (RELEASE)
Gerakan melepas (RELEASE) ialah gerakan melepaskan penguasaan obyek oleh jari atau tangan. Pembagian gerakan RELEASE ini terbagi dalam dua kategori, yaitu :
R11, yang dimaksud ialah melepaskan penguasaan objek dengan membuka jari
untuk melepaskan.
R12, yang dimaksud ialah’ menghindar’, lawan dari G5. Sehingga, biasanya bila
gerakan GRASP-nya masuk dalam kategori G1, G2, G3 atau G4, maka
gerakan RELEASE-nya adalah RL1. Sedangkan bila gerakan GRASP- nya masuk dalam kategori G5, maka gerakan RELEASE-nya adalah RL2 (Yudianyto, 1994).

2.5.7 Gerakan Mengarahkan (POSITION)
Gerakan mengarahkan (POSITION) ialah gerakan dasar dari jari atau tangan yang dipergunakan untuk meluruskan, mengorientasikan atau mengarahkan sebuah obyek dengan obyek lainnya, dengan tujuan memperoleh hubungan yang spesifik. POSITION terjadi setelah objek ditransportasikan atau dipindahkan, tatacara penulisan simbol pada gerakan POSITION ini ialah :

--------------- simbol ----------------
1 2 3 4
P 1/2/3 S/SS/NS E/D

Simbol pertama merupakan simbol untuk gerakan POSITION.
Simbol ke-dua menginformasikan kategori dari gerakan POSITION, yaitu:
1 = Tidak ada tekanan/paksaan/kesukaran
2 = Sedikit tekanan
3 = Kesukaran atau diperlukan tekanan yang besar
Simbol ke-tiga menjelaskan bentuk sifat atau bentuk dari benda yang diarahkan yaitu, S = Simetri, SS = Semi-simetri, NS = Non-simetri. Yang dimaksud dengan simetri ialah objek yang diarahkan bisa dalam keadaan bebas dimasukkan/diarahkan. Dan yang dimaksud dengan semi-simetri ialah objek yang diarahkan/dimasukkan terbatas posisinya pada saat dimasukkan. Sedangkan yang dimaksud dengan non-simetri ialah objek yang diarahkan/dimasukkan hanya bisa dimasukkan dengan satu posisi saja. Simbol ke-empat menginformasikan tingkat kemudahan dalam melakukan gerakan POSITION, yaitu E = Mudah dalam pengendaliannya, D = Sukar dalam pengendaliannya (Yudiantyo, 1994).

2.5.8 Gerakan Melepas Rakit (DISENGAGE)
Gerakan melepas rakit (DISENGAGE) ialah gerakan dasar untuk memisahkan suatu obyek dari obyek lain.Pembagian pada gerakan DISENGAGE ini dibagi dalam tiga kategori, yaitu:
D1, Loose, sangat sedikit usahanya, dan bercampur dengan gerakan selanjutnya
jarak pemisahannya sampai 1 inch.
D2, Close, usahanya normal, dan jarak pemisahannya antara 1 inch sampai
dengan5 inch.
D3, Tight, usaha yang besar, dan jarak pemisahannya lebih besar dari 5 inch dan
lebih kecil dari 12 inch.

Tatacara penulisan simbol pada gerakan DISENGAGE ini ialah :
----------------- simbol ------------------
1 2 3
D 1/2/3 E/D

Simbol pertama merupakan simbol untuk gerakan DISENGAGE. Simbol ke-dua menginformasikan tingkat usaha dari gerakan DISENGAGE. Simbol ke-tiga menginformasikan tingkat kesulitan dari gerakan DISENGAGE (Yudiantyo, 1994).

2.5.9 Gerakan Mata (EYE TIME)
Gerakan ini terbagi menjadi dua gerakan, yaitu:
1. EYE TRAVEL (ET)
EYE TRAVEL ialah gerakan mata yang dipergunakan untuk mengubah pandangan dari suatu lokasi ke lokasi lain. Terdapat dua cara pengukuran yang dapat dilakukan sehubungan dengan penentuan EYE TRAVEL ini, yaitu :


a. Membaca tabel 2.1 berikut ini :
Tabel 2.1 TMU Berdasarkan Derajat Perpindahan Mata
Sudut Perpindahan(derajat) TMU
15 4.3
30 8.6
45 12.8
60 17.1
>=75 20

Sumber :Yudiantyo, 1994
b. Berdasarkan jarak perpindahan (T) dan jarak tegak lurus antara mata dan
garis perpindahan (D). (Yudiantyo, 1994)

2. EYE FOCUS (EF)
EYE FOCUS ialah konsentrasi mata atau penglihatan mata terhadap suatu obyek pada kurun waktu tertentu dengan maksud memperjelas penglihatan. Besar TMU yang ditetapkan untuk gerakan ini adalah sebesar 7,3 TMU (Yudiantyo, 1994).

2.5.10 CRANK
CRANK ialah gerakan memutar dari jari tangan , tangan, pergelangan tangan dan lengan. Berbeda dengan TURN, gerakan CRANK terdapat diameter dari putaran, sebagai contoh memutar stir mobil.


Tatacara penulisan simbol dari gerakan CRANK ini adalah sebagai berikut

------------------ simbol ------------------
1 2 3 4
Jml putaran C Diameter putaran ENW
Simbol pertama menginformasikan jumlah putaran. Minimal jumlah putaran adalah ½ putaran. Bila kurang dari ½ putaran, maka gerakan tersebut tidak dikategorikan gerakan CRANK, tetapi gerakan MOVE. Simbol ke-dua merupakan notasi dari gerakan CRANK. Simbol ke-tiga menginformasikan diameter putaran. Simbol ke-empat menginformasikan beban putaran. Dan dituliskan bila lebih besar dari 21/2 lbs. ENW singkatan dari Effective Net Weight, dan dalam hal ini dipakai satuan lbs (Yudiantyo, 1994).

2.5.11 BODY, LEG, AND FOOT MOTION
Gerakan ini terdiri dari gerakan tubuh dan gerakan kaki, pembagiannya adalah sebagai berikut :
1. HORIZONTAL MOTION
Yang dimaksud dengan HORIZONTAL MOTION ialah pergerakan tubuh secara horizontal. HORIZONTAL MOTION dikategorikan dalam tiga jenis pergerakan, yaitu :
a) Berjalan (WALK)
Yang dimaksud dengan WALK ialah pergerakan ke depan atau ke belakang
dari tubuh yang timbul dari langkah perpindahan.
b) Pindah ke samping (SIDE STEP)
Yang dimaksud dengan SIDE STEP ialah gerakan atau perpindahan tubuh ke
samping dengan satu atau dua langkah ke samping, tanpa perputaran badan.
c) Putar badan (TURN BODY)
Yang dimaksud TURN BODY ialah memutar badan yang dikerjakan dengan
satu atau dua langkah (Yudiantyo, 1994).

2. LEG & FOOT MOTION
Gerakan LEG & FOOT MOTION ini dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu :
a) FOOT MOTION (FM)
Yang dimaksud dengan FOOT MOTION ialah menekan atau mengangkat
telapak kaki melalui tumit.
b) FOOT MOTION WITH HEAVY PRESSURE (FMP)
Identik dengan FOOT MOTION, perbedaanya ialah bahwa untuk gerakan ini
dikategorikan dengan adanya kesukaran atau beban tekanan kaki.
c) LEG MOTION (LM)
Yang dimaksud dengan LEG MOTION ialah menggerakkan kaki,
baik melalui lutut bila keadaan duduk, maupun pinggang bila keadaan
berdiri (Yudiantyo, 1994).
d) VERTICAL MOTION
Ialah pergerakan ke atas atau ke bawah yang dilakukan oleh tubuh. Pada pergerakan VERTICAL MOTION ini dibagi dalam sepuluh kategori, yaitu :
a. Duduk (SIT)
Ialah gerakan badan untuk duduk, dari keadaan berdiri.
b. Berdiri (STAND)
Ialah gerakan badan untuk berdiri, dari keadaan duduk.
c. BEND(B)
Ialah membungkuk di tempat dari posisi berdiri, sehingga tangan dapat menjangkau suatu obyek dengan syarat lutut tetap lurus.
d. STOOP (S)
Ialah membungkuk di tempat dari posisi berdiri, sehingga tangan sampai ke lantai.
e. KNEEL on ONE KNEE (KOK)
Ialah gerakan merendahkan badan dari keadaan berdiri dengan memindahkan satu kaki ke depan atau ke belakang dan menurunkan satu lutut ke lantai.
f. ARISE from BEND (AB)
Ialah berdiri tegak kembali dari posisi bungkuk (BEND)
g. ARISE from STOOP(AS)
Ialah berdiri tegak kembali dari posisi bungkuk (STOOP)
h. ARISE from KNEEL on ONE KNEE (A KOK)
Ialah berdiri tegak dari posisi “KNEEL on ONE KNEE”(KOK).
i. KNEEL on BOTH KNEES (KBK).
Yang dimaksud ialah merendahkan tubuh dari posisi berdiri dengan memindahkan
satu kaki ke depan atau ke belakang, dan merendahkan atau menurunkan
satu lutut ke lantai, serta menempatkan lutut kedua berdekatan dengan lutut
pertama.
j. ARISE from KNEEL on BOTH KNEES (AKBK)
Yang dimaksud ialah berdiri tegak kembali setelah melakukan”
ARISE from KNEEL on BOTH KNEES” (KBK) (Wignosoebroto & Yudiantyo, 1994 &
1995).

2.6 Bagan Analisis
Bagan analisis ialah untuk memperjelas dan memudahkan dalam melihat serta menganalisa gerakan-gerakan yang dilakukan oleh operator dalam melakukan pekerjaannya, baik yang dikerjakan dengan tangan kiri maupun tangan kanan. Sehingga memudahkan dalam menghitung keseluruhan waktu yang dipergunakan dalam pekerjaan tersebut. Bila pada saat bekerja dengan kedua tangan secara bersamaan, tangan kiri dan tangan kanan berbeda dalam elemen gerakannya, misalnya tangan kiri lebih banyak elemen gerakannya, maka nilai TMU yang dipergunakan adalah elemen gerakan yang tangan kiri, karena lebih banyak. Sedangkan bila kedua tangan sama-sama mempunyai satu elemen gerakan, akan tetapi mempunyai nilai TMU yang berbeda, maka yang dicantumkan hanyalah tangan yang mempunyai nilai TMU terbesar.
Kolom bagian tangan kiri pada bagan analisis digunakan untuk menotasikan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tangan kiri. Sedangkan kolom bagian tangan kanan pada bagan analisis digunakan untuk menotasikan gerakan-gerakan yang dilakukan selain oleh tangan kiri, dalam arti gerakan tangan kanan atau selain gerakan tangan kanan, misalnya gerakan mata, gerakan kaki, dan gerakan badan. Kolom nomor digunakan untuk memberi nama pada sebuah kelompok gerakan. Kelompok gerakan tersebut dibuat dengan tujuan anatara lain supaya mempermudah pengidentifikasian elemen gerakan dasar dan untuk keperluan pengulangan (Yudiantyo, 1994).

0 komentar:

  © Free Blogger Templates 'Greenery' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP